Lisa: Penanggulangan TB Tanggungjawab Bersama
seminar Kesehatan dengan tema Peran DWP Dalam Pengendalian Tuberkulosis (TB)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA-Dharma Wanita
Persatuan (DWP) Provinsi Kaltim bekerjasama
dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah
Kaltim melaksanakan seminar Kesehatan dengan tema Peran DWP Dalam Pengendalian
Tuberkulosis (TB)
Kegiatan seminar yang dilaksanakan secara luring dan daring
dibuka Ketua DWP Provinsi Kaltim Hj Lisa Febriani Sa'bani, di Ruang Ruhui
Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (14/10/2021). Dan seminar diikuti ketua PPTI pusat, pengurus DWP
Provinsi Kaltim dan kabupaten kota se Kaltim.
lisa Febriani Sa’bani mengatakan, penanggulangan TB merupakan tanggungjawab bersama, mulai dari
pemerintah hingga masyarakat, untuk
penanggulangan penyakit TB, peran serta masyarakat sangat diperlukan, karena
memegang peranan yang sangat penting
dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit TB.
“Kerjasama yang telah kami dilakukan antara PPTI wilayah Kaltim dan DWP
Kaltim sejalan dengan program kerja DWP Kaltim yang memberikan perhatian khsusus pada bidang kesehatan termasuk
dalam upaya sosialisasi penanggulan penyakit
TB,”kata Lisa Febriani Sa’bani.
Melalui kegiatan seminar kesehatan ini, Lisa
Febriani mengharapkan semua anggota
unsur pelaksana DWP Pemprov Kaltim, maupun unsur pelaksana DWP kabupaten kota,
dapat berperan aktif dalam program pemberantasan penyakit TB di Kaltim.
“Salah satunya adalah memberikan pemahaman
kepada lingkungan warga sekitar untuk menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan
akan penyakit TB, serta mengajak warga masyarakat untuk segera memeriksakan
diri ke fasilitas kesehatan jika memiliki gejala TB. Termasuk memberikan
motivasi kepada masyarakat sekitar agar menerapkan dan berprilaku hidup sehat
dengan menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),”papar Lisa Febriani Sa’bani.
ketua PPTI Wilayah Kaltim, diwakili Wakil Ketua
PPTI Wialyah Kaltim Hj. R.A Astogini mengatakan penyakit TB, khususnya
TB paru, masih menjadi
permasalahan dunia. Indonesia termasuk 8 negara yang menyumbang 2/3 kasus TB di
seluruh dunia, dan Indonesia menempati
posisi kedua setalah India dengan
845.000 kasus dan kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian
perjam.
“Oleh karena itu, sesuai MoU yang telah ditandatangani bersama , maka tugas DWP dalam penanggulangan TB di Kaltim, membantu
memberikan pengetahuan kepada
masyarakat tentang penyakit TB melalui komunikasi,informasi, edukasi maupun melalui
media cetak dan elektronik,”kata Astogini.
usai pembukaan kemudian dilanjutkan dengan
penyampaian materi mengenal penyakit TB,
masalah dan peran DWP dalam penanggulangannya yang sampaikan nara sumber dr.Emil bachtiar Moerad.Sp.P.
kemudian materi kontribusi PPTI dan CSO lain termasuk DWP dalam penanggulangan
TB yang disampaikan drg. Mariani
Reksopraodjo.(mar)